Aku mengenalmu tidak satu atau dua hari. Tapi sudah lama. Ya memang kita bukan teman dari kecil, melainkan teman satu sekolah di SMA. Memang, aku sering memperhatikanmu diam-diam. Apa kau bilang? Aku pengagum rahasiamu? Yap, benar sekali! Aku memang pengagum rahasiamu. Sejak kehadiranmu di kelas, aku begitu sangat ingin tahu tentangmu. You're a unique person, waktu aku melihatmu tidak sengaja saja kata itu terlontar di hati.
Tiap kali mata kita bertemu, aku merasakan jantungku berdebar seperti hal-nya suara drum yang ditabuh sekeras mungkin. Mungkin aku memang berlebihan, namun itu yang aku rasakan. So, what? Apa kau tidak suka aku begitu berlebihan memujamu? Aku sendiri pun tidak ingin seperti ini. Namun, aku sedang merasakan sebuah takdir dari Allah SWT.
Kamu... Kamu adalah orang yang setiap menit ataupun detik ingin aku dengar suaranya. Kamu adalah embun pagi yang sejuk, menyejukan mata, pikiran, dan... pagiku. Kamu adalah orang yang aku tunggu kehadirannya di sekolah, ataupun di acara dengan teman-teman sekelas. Haha, sepertinya perasaan ini terlalu dalam untukmu. Unik. Kata yang tepat untuk lelaki sepertimu. Suka tidur di kelas, suka banyak tanya, suka...suka apa lagi ya? Ah iya! Suka kamu! Hahahaha...
Apa kau pernah berfikir tentang takdir? Seandainya aku bisa memilih takdir. Aku berharap takdirku adalah bersamamu. Jika aku boleh meminta pemandangan yang indah, aku akan meminta kau untuk hadir di setiap sudut mataku. Jika aku boleh mendengar nyanyian yang harmonis, aku akan meminta kau untuk menyapaku tiap pagi, siang, ataupun malam. Jika... Ah jika itu tidak mungkin? Aku hanya bisa berdoa, semoga aku dapat keajaiban dari Sang Maha Pencipta.
Andai saja kau merasakan apa yang aku rasakan... Kau akan bisa merasakan bumi ini berputar lebih cepat, detik, menit, dan jam menunjukkan waktu bertemu kita yang hampir selesai. Aku benci hal itu. Aku tidak bisa lagi mengagumi keindahan Allah SWT. Aku juga tidak bisa bersenda gurau bersamamu lagi.
Saat aku di rumah, aku merasa seperti di dalam sel. Sepi. Seram. Menyeramkan apabila tidak melihat kau daripada melihat hantu. Sungguh, aku sangat tidak suka suasana seperti ini.
Untuk kamu, yang memiliki banyak arti di hidupku. Aku mencintaimu. Sangat menyayangimu.
To you, the most unique man I've ever met. I do not know how long I've admired you in silence and secrecy like this. Although love is difficult for me, but I believe it's real love. I believe a miracle will come. Somehow the magic of the sad news, or wonders about the bad news.
from me, your secret admirer
No comments:
Post a Comment