Wednesday, May 28, 2014

Tak Bisa Apa-Apa

Hai, makhluk Tuhan paling dingin, sudah terlelapkah kau jam segini? Sepertinya belum terlalu larut untuk dirimu, someone whose insomnia or insomnia man. Ah, whatever.

Seperti hari kemarin. Hari ini aku masih dalam keraguanku untuk lebih jauh jatuh cinta kepadamu. Kauingin tanya mengapa? Akupun tidak mengetahui persis mengapa aku masih ragu. Mungkin banyak faktor yang bisa aku jabarkan, mengapa aku masih ragu tapi bertahan sampai saat ini.
Pertama aku masih ingin tahu, sebenarnya aku ini hanya sekedar suka atau memang punya perasaan yang lebih? Selanjutnya, dirimu adalah salah satu bayang-bayang dalam otakku yang sudah mengepul, sehingga susah untuk secepat itu juga dilupakan. Lalu yang selanjutnya, ini adalah faktor yang paling tidak logis menurutku, karena aku masih ingin bertahan. Bodohkah aku? Mengapa aku memilih bertahan? Entah. Aku tidak tahu persis.

Aku bingung, tapi tidak bimbang. Aku sudah memantapkan hatiku untuk jatuh cinta denganmu, dan aku melakukannya, bukan? Sekali lagi, tidak ada yang aku bimbangkan. Aku hanya ingin semua berjalan normal-normal saja, aku tidak ingin tampak kelihatan nervous di depanmu, akupun tidak ingin menjadi pecundang yang hanya bisa menunggu. Tapi, apakah memang seharusnya wanita hanya bisa menunggu tanpa kejelasan? Pahit.

Sayang, cobalah lihat perjuangan gadis itu. Dia yang memujamu dan berusaha segigih itu saja kau tak menggubrisnya. Apalagi aku? Aku yang hanya berdiam diri, aku yang hanya bisa memperhatikanmu dari kejauhan, aku yang hanya berpura-pura tidak ada perasaan apa-apa tapi hatiku menggebu-gebu saat di dekatmu, aku yang hanya bisa menjadi stalker akunmu setiap saat, aku yang hanya membisukan diri padahal aku ingin sekali menyapamu, aku yang hanya mencaci maki perasaan terkutuk ini lewat tulisan-tulisan di blog, aku yang hanya mendoakanmu dari sini, aku yang hanya mencurahkan isi hatiku ke sahabat-sahabatku, tanpa perlu kamu tahu... Aku tak bisa apa-apa seperti gadis itu. Aku terlalu takut untuk melangkah jauh bersama harapan ini, entah akan menguap sia-sia atau akan menjadi angin lalu olehmu. Aku tak bisa melangkah dengan langkah gontai penuh kebingungan. Sekali lagi, aku hanya bingung, bukan bimbang. Aku hanya merasa kurang paham dengan semua situasi ini, Sayang.


Maafkan aku. Jika kau ingin sebuah kepastian, kau harus bisa pula memberi kepastian. Jika kau tidak ingin diragukan, buatlah aku percaya dan yakin dengan perasaan itu. Akankah kau memiliki perasaan yang sama? Bisakah kaubayangkan rasanya dicintai dengan seseorang yang kita cintai? Indah. Sangat indah.

Sudahlah, baru saja aku bergurau. Lelucon konyol tentang seorang sepertimu, jatuh cinta dengan wanita yang tak bisa apa-apa sepertiku, itu adalah lelucon terkonyol yang pernah aku dengar.

Aku tidak mau membuatmu risih, Sayang. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku tak bisa apa-apa untuk mendapatkanmu, tapi aku ingin tetap menunggu, menunggu...

Maafkan aku. Aku tak bisa apa-apa, Sayang. Tak bisa apa-apa...

No comments:

Post a Comment