Wednesday, June 18, 2014

Untuk Sebuah Hati

Saat perasaan dua insan bertemu
Saat itulah aku belum menyadari atas apa takdir sebenarnya
Aku bukan seorang penakut untuk mencari tahu
Namun sebuah penghalang besar menghadangku
Membuatku ragu melangkah
Aku takut cinta lain yang menahanku
Membuatku harus terus melihat ke belakang

Namun aku tahu...
Tatapanmu adalah sebuah isyarat bagiku untuk maju
Tapi langkahku terhenti saat menyadari siapa diriku
Aku hanya sebuah pasir
Kau bintang terindah di alam semesta

Kita seharusnya tidak bertemu
Ini kesalahan fatal dari sebuah takdir
Tapi kenapa semua ini terjadi?

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan
Apa aku hanya bisa diam?
Diam di tempat dan tidak pernah maju?

Untuk sebuah hati
Aku akan mencari tahu tentang perasaan ini
Dan aku akan menjaganya
Untuk sebuah hati yang terbuat dari kristal yang amat indah
Meskipun aku tidak bisa menggapaimu
Kau akan tetap di hatiku.



*note : puisi ini diambil dari novel "The Sadness Winter in Korea".

No comments:

Post a Comment